Tak terasa usia Ku sudah 14 minggu, waktunya untuk cukur rambut... demikianlah pikiran Abi dan Bunda Ku, sebaiknya sih pada saat usia Ku 7 minggu, tapi sayangnya Abi tidak punya keberanian untuk mencukur Ku, katanya sih kasihan kepalanya masih lembek, jadi di tunda deh seminggu kemudian.
Minggu ke - 14, dengan hati bimbang dan ragu akhirnya Abi dan Bunda nekat untuk mencukur rambut Ku, tidak lupa dengan persiapan-persiapannya :
- Pisau cukur yang masih baru, minimal sediakan 3 buah, bila satunya mulai tumpul sudah ada cadangannya.
- Gunting rambut, untuk mencukur rambut yang telanjur panjang sehingga lebih mudah untuk di kerok.
- Baskom berisi air hangat, untuk membasuh kulit kepala bila ada yang luka, dan juga untuk tempat pengumpulan rambut yang telah di cukur.
- Cairan antiseptic, untuk mengobati bila ada yang terluka.
- Cotton Bud, untuk mengolesi cairan antiseptic.
- Handuk.
Pada saat memulainya Bunda terlebih dahulu menyusui Ku supaya Aku tertidur dengan nyenyak sehingga memudahkan proses menyukur rambut. Karena Abi masih merasa khawatir takut melukai kulit kepala Ku, akhirnya Ayah Rafi turut membantu cukur rambut Ku.
Sedikit demi sedikit mulai tercukur habis rambutku, hingga akhirnya selesai pula proses tersebut walaupun masih tersisa rambut disana sini... dan kemudian rambutku di kumpulkan di baskom lalu dikeringkan supaya dapat ditimbang, tak terkiranya rambutku hanya seberat kurang dari 1 gram, mungkin masih tipis kali ya....
Dan inilah hasilnya Aku setelah proses pencukuran rambut tersebut.




No comments:
Post a Comment