Wednesday, April 22, 2009

Dunia Baru Ku

Sembilan bulan sudah aku di dalam rahim Bundaku, tanpa terasa waktu telah terlewati dengan cepat. Akhirnya saat-saat yang dinanti hampir tiba, 12 Maret 2009 itulah prediksi yang dinyatakan oleh dokter aku akan lahir, tapi segala sesuatunya sudah di atur oleh Allah SWT, prediksi itupun meleset.

1 minggu sudah berlalu, pada hari jum'at malam tgl 20 Maret 2009, Bunda mengalami gejala-gejala umum akan melahirkan, yaitu mules-mules dengan rentang waktu 15 menit sekali, dengan bantuan Ayahnya Rafi dengan membawa armadanya kami berangkat ke RS, akhirnya tiba juga saat-saat menegangkan ini, pada saat Bunda di periksa oleh para suster RS. Kartika Husada Tambun, ternyata sudah mencapai pembukaan 2.

Ditunggu dengan perasaan harap-harap cemas ternyata sampai hari sabtu pagi Bunda belum menunjukan kemajuan yang berarti, masih tetap pembukaan 2, hingga akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan medis yaitu Induksi untuk merangsang otot-otot rahim membuka hingga pembukaan sempurna untuk melahirkan.

Tapi sampai sore harinya pun rahim Bunda tetap pada pembukaan 2, walaupun Bundaku sudah dalam kondisi kepayahan karena tidak tidur semalaman dan rasa mules yang amat sangat, masih berusaha untuk mencoba melahirkan dengan normal.

Sampai akhirnya setelah Maghrib Abi ku tidak tega melihat kondisi Bunda dan menanyakan apakah masih kuat bertahan, dan dengan perasaan yang amat sedih Bunda menyatakan sudah tak sanggup lagi, seketika itu juga Abi mengambil keputusan untuk menyatakan Bunda harus dioperasi Caesar walaupun para suster dan dokternya bersikukuh bahwa Bunda dapat melahirkan secara normal, Abi dan Bundaku lebih bersikukuh lagi minta untuk dioperasi.

Akhirnya jam 21.30 Bunda masuk ruang operasi dengan kondisi yang sudah sangat lemah tapi tampak semangat dari sinar matanya untuk melahirkanku, sedangkan Abi ku yang tak diperbolehkan untuk menemani Bunda diruang operasi terpaksa menunggu diruang tunggu bersama Uti, Ayah Rafi, Bunda Rafi, Kak Mahza, dan Aa' Rafi. Suasana diruang tunggu menurut Abi sangat menegangkan karena perasaan senang, sedih, khawatir, bingung, gembira, semuanya menjadi satu.

Alhamdulillah Hari Sabtu malam tgl. 21 Maret 2009 jam 21.58 aku akhirnya keluar dari rahim Bunda ke Dunia Baru Ku. Menurut Bunda, aku keluar dengan tangis yang cukup kencang, dan Bunda merasa lega serta bahagia karena tidak sia-sia perjuangannya... lalu tim Dokter memberitahukan pada Bunda, kalau yang menyebabkan aku tidak bisa keluar dengan proses normal adalah kaki kananku yang terlilit tali plasenta..dan akupun sudah berusaha untuk keluar secara normal tapi Allah SWT berkehendak lain...Sepuluh menit kemudian Aku dibawa suster untuk menemui Orang-orang yang dengan setia menungguku sampai Aku lahir, lalu Abi mengumandangkan azan serta iqomat untuk memperdengarkan pertama kali suara di telingaku, Aku yang tadi nya menangis jadi terdiam terpaku dengan suara azan dan iqomat.

Kakek, Mbah Yem, Mbah Marno, Om Nur, Om Arif, dan Tante Ayu menyusul datang ke RS. untuk melihat Aku, tapi karena Aku sudah masuk ruang inkubator, mereka tak dapat menemuiku saat itu.

Kata Abi, segala perasaan yang tercampur baur tadi kini menjadi satu perasaan yang tak kan terlupakan, dan akan selalu terkenang yang akan diceritakan nanti pada Ku bila Aku sudah besar nanti, sehingga Aku dapat menghargai pengorbanan Bunda, Abi dan orang-orang yang menyayangi Aku.
Abi dan Bunda sepakat memberi nama kepada Ku :

" Mirza Hasyid Akasha "


No comments:

Post a Comment